Sabtu, 20 April 2013

Demam Imran Khan

Hmmm... kali ini mau bahas apa ya? Imran Khan aja deh.
Mungkin bagi sebagian pecinta Bollywood belum pada kenal sama aktor muda yang tampan ini. Sebenernya sih gw sering dgr namanya. Bahkan ada salah satu fans Imran yang hampir setiap hari posting berita di social media ttg cowok muslim ini. Awalnya sempet sebel sih, "Ni org kok berita yang diposting ttg Imran Khan melulu??"



Gw udah tau sih yg namanya Imran Khan. Pernah browsing soalnya di Google. Dan ternyata ada 3 orang yang punya nama beken ini. Pertama, Imran Khan sang politikus. Kedua, Imran Khan si penyanyi. Ketiga, Imran Khan aktor. Nah Imran Khan yang aktor inilah yang bakal gw bahas di sini. 
Doi ternyata masih muda lho. Awalnya ga begitu tersepona sama dia. Yah klo modal tampang doang mah banyak ya. Jadi awal-awal masih kurang berminat. Sampai ada rasa penasaran pgn liat aktingnya. Dari sekian banyak filmnya (blm banyak2 juga sih) Imran ini, yang pertama kali gw tonton adalah Ek Main Aur Ek Tu. Doi main bareng si cantik Kareena Kapoor. 




Menurut gw aktingnya lumayan keren. Karena baru satu film, jadi belum bisa bilang 100% perfect. Soalnya belum liat akting dia di film lainnya. Berhubung doi emang ganteng bgt! Muslim pula! hahahaha lebay.com. Jadinya ngefans deh. Kebetulan gw suka bgt sama cowok muslim yang punya Muslim Look. Maksudnya kan ga semua org Islam punya Muslim Look. Dan pas bgt nih si doi good looking and has a Muslim Look. Hahahaha apa sih???

Waktu pertama kali gw liat doi di film, hati kecil gw akhirnya mengakui kalo doi emang ganteng bgt!
Tiba-tiba jadi mikir, gimana ya Zulaikha yang tergila-gila sama manusia tertampan dunia akhirat. Nabi Yusuf A.S. Secara gw cewek jadi tau banget gimana deg-degannya liat cowok ganteng. Apalagi kalo bisa ketemu tiap hari, bisa kerepotan tuh jantung deg-degan mulu and salah tingkah. wkwkwkwk. Gubraaaak! 


Ada cowok yang bilang gini, "Kenapa sih cewek tuh klo udah suka sama artis ganteng pasti mujinya suka lebay. Kita aja klo liat cewek cantik ga gitu2 amat." 
Hahahaha. Klo cewek mang meledak2 klo liat cowok ganteng, beda sama cowok klo liat cewek cantik atau bening dikit, mata and kepalanya lgs muter 180 derajat ngikutin arah pergi tuh cewek. Hahahaha. Iya ga sih??

Sekarang klo liat cewek org cowok ganteng mending nyebut, "Subhanallah" atau "Masha Allah"
Konon katanya, klo kita menyebut nama Allah begitu liat cewek or cowok ganteng itu seperti doa untuk mendapatkan jodoh ataupun keturunan yang tampan or cantik.

Siapa sih yang ga suka liat sesuatu yang indah-indah???
Karena pada dasarnya manusia klo jatuh cinta atau menyukai sesuatu dari mata turun ke hati. Bullshit ah klo ada yang bilang jatuh cinta pertama kali bukan karena fisiknya melainkan hatinya. Emangnya waktu pertama kali tu manusia yang ditaksir ga discan dulu pake mata??
Oke deh intinya mah tampilan seseorang menjadi daya tarik utama deh. 
Macem Imran Khan ini. Memang sih ganteng or ga nya seseorang relatif ye. Setuju atau ga nya ya terserah deh, coz situ yang punya hati. hehehe...
Ok deh capcus cyiiin. 

Selasa, 16 April 2013

Ek Main Aur Ek Tu

Ek Main Aur Ek Tu

Sekedar sharing aja nih. Kemaren malem gw sempet-sempetin nonton Ek Main Aur Ek Tu. Awalnya gara2 penasaran siapa sih aktor Bollywood Imran Khan yang sekaligus keponakan Mr. Perfeksionis Aamir Khan. Dan kebetulan gw juga suka bgt sama Bebo alias Kareena Kapoor. Karena dua alasan itu lgs beli deh dvd nya. Ternyata pas nonton gw ga kecewa sama sekali. Nih film sumpah kocak! Sukses bikin gw ketawa ngakak tengah malem. Untungnya gw bs ngerem tu suara, kalo ga ya berabe dah. Bisa digrebek org sekampung. 

Ceritanya sih simple bgt. Tentang cowok yang baru aja kehilangan pekerjaan. Jobless! Si cowok lahir di keluarga kaya raya yang selama 25 tahun hidupnya selalu diatur2 sama orangtuanya. Sampe cara makan dan pake dasi aja diatur. Hahaha. Walhasil karena didikan itulah si cowok kaku bgt orgnya. Ga bs relax. Berdirinya aja terkesan kaku. Dia ga bisa ngasih tau kenyataan ke org tuanya kalo dia baru aja dipecat. Dy ga mau liat wajah2 orangtuanya kecewa. Makanya dia pura2 ngaku tetap bekerja. 

Si doi arsitek. Dan bokapnya sering bgt mengingatkan kalo bokapnya bs menghasilkan karya yang jauh lebih baik daripada anaknya. Kebayang ga sih diremehin mulu sama orgtua sendiri. Belum lagi nyokap yang selalu bangga dengan pergaulan kelas atasnya. Si anak dituntut untuk berbicara dengan cerdas. Seperti kebijakan politik Obama. Hahahaha. Si doi baru 25 tahun kali. Bukan bussinessman yang udah malang melintang di mana-mana. Ni film unik bgt! Kocak dan segar humornya. 

Tokoh ceweknya juga ga kalah amburadul hidupnya dari si cowok. Doi juga jobless. Kerja sebelumnya adalah Barber, tp dy lebih suka disebut Hairstylist. Keluarganya berbanding terbalik dari si cowok. Namanya Riana. Doi lahir di keluarga yang jauh lebih bahagia dari Rahul. Oh ya nama cowok itu Rahul. Riana banyak mengajarkan kebahagiaan yang sepenuhnya pada Rahul. Walaupun hidupnya ga lebih baik dari Rahul, tp doi tetep happy. 

Sampai akhirnya si Rahul jatuh cinta sama Riana. Menurut gw sih ceritanya simple love story, but with uniquely touch! And it's absolutely entertainting! Cuma kekurangannya, film ini terkesan Hollywood bgt. Nuansa Bollywoodnya kurang berasa. Secara gw lebih suka film Bollywood yang kental akan budaya dan cerita yang unik.

Oh ya aktornya parah gantengnya!!!

Hahahaha. Lebay ya gw. Bodo ah! hihihi...
Gw langsung in love sama Imran Khan. Dan minat mau nonton film kedua pasangan ini lagi. Katanya dua pasangan ini lg bikin film baru. 
Oh ya film ini garapan Karan Johar, si pembuat film Bollywood fenomenal Kuch Kuch Hota Hai dan Kabhi Khushi Kabhi Gham dan masih banyak karya dia lainnya. 
Hehehe.

Selasa, 19 Februari 2013

Breathe Again!

Saat ini hari-hariku sedang disibukkan menuangkan sejuta pemikiran ke dalam kata-kata. Aku ingin novel #2 Breathe Again bisa bagus dan sesempurna mungkin. Sempat ngerasa gak mudah ngerjainnya, tapi semangat yang berapi-api dalam jiwa ini rasanya ga bisa diabaikan begitu aja. Aku pengen banget bisa nulis love story yang menguras emosi, seperti Veer Zaara dan Devdas. Pastinya bakal berat. Tapi kalo udah niat mah apa sih yang gak bisa. Harus yakin pasti bisa, ya walaupun mungkin gak akan sebagus dua love story di atas. Yang udah pernah nonton Veer Zaara and Devdas pasti tau deh apa yang aku maksud. :)

Aku ngambil setting Breathe Again sendiri berlokasi di London, Inggris. Soalnya aku suka banget sama kota itu. Romantis dan banyak gedung-gedung bersejarahnya. Apalagi sistem pemerintahannya Parlemen dengan Ratu Elizabethnya. Wah jatuh cinta banget sama negara Inggris. Suatu saat aku pengen bgt bisa ke sana. I wish i could see Buckingham Palace, Parlement House, Hyde Park, London Eye dan masih banyak lagi.

Aku kasih bocoran dikit tentang sinopsisnya ya. ;)
Mengisahkan tentang dua manusia yang bersahabat sejak kecil. Amira Shiba dan Isa memiliki ikatan emosional yang sangat kuat. Ikatan yang tidak semua orang bisa memahami. Isa dengan latar belakangnya yang miskin, tubuhnya yang kurus kering dengan masa kecil yang penuh derita setelah kepergian ayahnya. Meskipun hidupnya penuh derita, ia selalu menjaga air matanya di depan Amira. Air matanya adalah air mata Amira, karena itu ia tidak pernah menangis sampai akhir cerita. Sementara Amira sebaliknya. Cantik dengan segala kesempurnaan fisik yang dimilikinya. Lahir di keluarga kaya raya, keturunan Dubai Emirat Arab dan bermandikan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Ia mencintai dan mengenal Isa melebihi dirinya sendiri. 

Tapi ini bukan kisah cinta yang terpisah karena perbedaan status sosial seperti di sinetron ya. Kisah ini lebih mengarah pada pemahaman perasaan masing-masing. Amira dan Isa bagai dua jiwa dalam satu tubuh. Cinta abadi yang gak terpisahkan oleh waktu. Mereka adalah sepasang kekasih yang bernafas dalam satu tubuh. Nadi keduanya pun berdenyut dalam satu tubuh. 

Isa dan Amira saling membutuhkan, tidak lengkap bila berpisah dan lengkap bila bersama. Begitu deh kira-kira ceritanya. Gak bisa kasih sinopsisnya lebih banyak ya, nanti bakal gak seru kalo banyak bocorannya. hehehe. :)

Senin, 04 Februari 2013

Sampai Hembusan Nafas Terakhirku

Kau bangunkan ragaku dari mimpi kesedihan yang panjang
Kau dengarkan dengan setia keluh kesahku
Kau ukir senyuman indah di bibirku
Aku akan mencintaimu... 
Sampai hembusan nafas terakhirku... Sampai hembusan nafas terakhirku ...

Melihatmu dengan yang lain aku terbakar
Hatiku terkikis perlahan sampai tak bersisa
Jiwaku seolah mati bila kau jauh dariku
Aku tidak akan melupakanmu...
Sampai hembusan nafas terakhirku... Sampai hembusan nafas terakhirku...


Kau renggut aku dari diriku
Kau ajari aku cinta serakah yang tak berujung
Kau ajari aku kebencian yang menyiksa
Aku akan melepaskanmu 
Sampai hembusan nafas terakhirku... Sampai hembusan nafas terakhirku...

Kau datang mendekat kembali padaku
Menawarkan puing-puing kebencian yang berserakan
Mengulurkan hati yang remuk penuh luka
Aku akan membencimu
Sampai hembusan nafas terakhirku... Sampai hembusan nafas terakhirku...





Rabu, 23 Januari 2013

Arti Puisi Jab Tak Hai Jaan

Sejak film dibuka dengan sebaris puisi bertajuk Jab Tak Hai Jaan, Yash Chopra sudah berhasil menghipnotis penonton untuk tetap diam dan mengikuti akhir perjalanan cinta Samar Anand.  

Jab Tak Hai Jaan

Teri ankhoon ki namkeen mastiyaan
(Lirikan matamu yang nakal)

Teri hansi ki beparwaah gustakhiyaan
(Keriangan terpancar dari matamu)

Teri zulfon ki lehrati angdaiyaan
(Rambut panjangmu yang terurai)

Nahin bhoolunga main
(Aku tidak akan melupakanmu)

Jab Tak Hai Jaan, Jab Tak Hai Jaan
(Selama aku masih bernyawa, selama aku masih bernyawa)

Tera haath se haath chona
(Kau lepaskan genggaman tanganmu)

Tera sayoon se rukh modna
(Kau berpaling dari bayang-bayangku)

Tera palat ke phir naa dekhna
(Kau tidak menoleh kembali untuk melihat)

Nahin maaf karunga main
(Aku tidak akan memaafkanmu)

Jab Tak Hai Jaan, Jab Tak Hai Jaan
(Selama aku masih bernyawa, selama aku masih bernyawa)

Baarishon mein bedhadak tere nachne se
(Kau menari ditengah derasnya hujan)

Baat baat pe bewajah tere ruthne se
(Kau menumpahkan semua amarahmu)

Choti choti teri backani badmashiyon se
(Sikapmu yang kekanak-kanakkan)

Mohabbat karoonga main
(Aku akan mencintaimu)

Jab Tak Hai Jaan, Jab Tak Hai Jaan
(Selama aku masih bernyawa, selama aku masih bernyawa)

Tere jhoote kasme vadoon se
(Janji sumpahmu palsu belaka)

Tere jalte sulagte khaawo se
(Kau membuatku marah dan patah hati)

Teri beraham duaon se
(Kau selalu berdoa)

Nafrat karoonga main
(Aku akan membencimu)

Jab Tak Hai Jaan, Jab Tak Hai Jaan
(Selama aku masih bernyawa, selama aku masih bernyawa)

Rabu, 16 Januari 2013

Cerita Cinta Pertama (CCP)



Setiap orang pasti punya cinta pertama. Who hasn’t? Ada pengalaman cinta pertama yang menyedihkan ada juga yang berakhir bahagia sampai ke pelaminan.

Mau sedikit berbagi soal cinta pertama. Zaman dahulu kala, ketika usia saya lima belas tahun, untuk pertama kalinya jantung saya berdebar keras setiap kali bertemu dia sewaktu kelas satu SMA. 

Semasa SMA saya punya teman-teman segrup, saya kurang suka menyebutnya genk, karena biasanya genk identik dengan anak-anak gaul yang hanya ingin bergaul dengan sesamanya saja. Berhubung saya semasa SMA bukan anak gaul, jadi bertemannya dengan teman-teman biasa saja.

Menariknya teman-teman saya ini mempunyai keunikan masing-masing. Ada yang jago matematika, ada yang jago bahasa Inggris, ada yang hobi dandan alias suka ngaca terus di kelas, saking sebelnya tuh guru, kacanya disita. Hehehe. Ada juga yang ceriwis, kalau ngoceh susah berhenti, alias gak ada titik koma. Ada juga yang manja and mellow terus bawaannya. J

Nah berhubung saya jatuh cinta sama teman satu sekolah, gak menutup kemungkinan bisa menyebar kemana-mana beritanya.

Awal pertemuannya lucu juga sih, itu semua terjadi pada saat masa orientasi siswa karena saya salah masuk kelas. Seharusnya saya masuk kelas 1-4, tapi dengan pede nya saya masuk ke kelas 1-3 tanpa merasa ada yang janggal.

Sebelum masuk ke sekolah negeri, saya sudah menamatkan masa-masa SMP di pesantren di Jakarta Selatan, jadi agak sedikit canggung ketika harus bercampur dengan anak laki-laki. Rasanya gimanaaa gitu, seperti dilempar dari planet bumi dan jatuh ke planet Mars. (karena biasanya kan perempuan semua). Entah kenapa, mendengar saya lulusan pesantren, doi langsung menyapa saya lewat secarik kertas.

Awalnya sempet aneh juga, kertas apaan nih? pikir saya saat itu. Tulisannya gak terbaca. Ketika saya tanyakan dari mana asal kertas itu, seseorang di belakang saya menunjuk cowok hitam manis di belakang saya. Sempat grogi juga ketika yang menyapa saya adalah cowok. Teman di belakang saya menyampaikan kalau pesan di atas kertas itu berbahasa arab. Waduh sumpah tulisan arabnya jelek! makanya gak kebaca. wkwkwkwk. 

Disitulah saya mulai merasakan sesuatu yang asing yang sebelumnya tidak pernah saya rasakan. 

Yang namanya cinta pertama, pasti menggebu-gebu, ya gak? Gak munafik deh. Setiap doi lewat depan kelas, kepala saya sampai muter cuma untuk lihat dia doang.
Saya juga pernah melamun hanya karena mikirin doi terus di kelas. Dan ketika absen, nama saya dipanggil berkali-kali, tapi saya gak menyahut. Padahal tempat duduk saya di depan persis meja guru. Di situ lah saya mulai menyadari keanehan yang terjadi dalam diri saya.

Setiap kali doi datang untuk minta sumbangan, maklum doi anak rohis, jadi setiap hari jumat pasti bawa-bawa kotak amal dari satu kelas ke kelas lain. Tanpa sepengetahuan saya, ternyata teman-teman sekelas heboh dan serentak berdehem mengejek saya. Saat itu perasaan saya campur aduk, malu, deg-degan, kesal, senang. Gak kebayang deh bentuk mukanya saat itu. Yang jadi pertanyaan saya, mereka itu tahu dari mana??? Ternyata selidik punya selidik, itu sudah jadi rahasia umum dan saya telat menyadarinya. Oh my God!

Secara fisik doi emang ganteng, ada yang bilang dia mirip Zumi Zola. Jujur saya jatuh cinta karena fisiknya saja, kalau jatuh cinta dari hatinya, bagaimana bisa? Lah wong ngobrol aja belum. Saking sukanya, saya bahkan meminta teman saya untuk foto dia secara pribadi. Aduh malu-maluin kalau mengingat masa-masa itu. ABG BGT!

Untuk cinta pertama saya ini bukanlah masuk kategori yang membahagiakan, karena dia tidak pernah menjadi milik saya alias bertepuk sebelah tangan. Secara kasat mata, doi adalah sosok yang dewasa, alim , pintar mengaji, ya pokoknya ustad gitu deh.

Dan setelah beberapa tahun kemudian, saya pindah ke lain hati tapi masih menyimpan rasa suka untuk dia. Dan secara gak sengaja saya bertemu teman SMA saya di toko rental dvd. Entah kenapa yang pertama dia ceritakan kepada saya adalah tentang cinta pertama saya itu. Dengan polosnya dia bilang, bahwa doi sudah pacaran dengan teman SMA saya. Meski saya tidak lagi menyukainya, namun entah dari mana asalnya munculah rasa pupus itu. 

Emmm... ternyata doi di luar bayangan saya. Awalnya saya mengira cowok seperti dia gak mau pacaran, karena menurut saya, cowok yang bisa menahan diri untuk tidak berpacaran dan lebih memilih untuk menikah adalah pria hebat. Ya semua itu balik lagi ke pribadi masing-masing ya.

Wajahnya yang alim dan manis memang sempat menipu saya.
Di situlah saya sadar, bahwa saya telah dibutakan oleh yang namanya cinta. Ya meskipun sebatas fisik saja. Dan saya bersyukur dia tidak pernah menjadi milik saya. J

Jeda waktu yang cukup lama itu membuat saya sadar, bahwa dia bukanlah pria yang saya butuhkan. Bukan pria yang saya cari dan semua hal tentangnya tidaklah sebaik yang saya kira. Saya bicara begini, bukan karena cinta saya bertepuk sebelah tangan, melainkan saya sadar jika kita hanya melihat dengan mata, maka kita akan tertipu, namun jika kita melihat dengan hati, semuanya akan berkata jujur.

Dan perihal cinta itu rahasia Allah, saya berharap masih ada pria baik-baik untuk saya di jagat raya ini. Pria yang bisa menjadi sahabat saya di dunia maupun di akhirat nanti. Jodoh yang disimpan baik-baik oleh Allah untuk saya kelak, seperti tutup dengan botolnya. J

Rab Ne Bana Di Jodi Translated Lyrics



Film Bollywood yang satu ini udah puluhan kali diputer di tv. Inget banget waktu pertama kali nonton film ini awalnya ga tertarik karena cover dvd nya yang kurang menarik, dan pemeran heroine nya artis pendatang baru (Anushka Sharma). Dan sekarang saya suka sama Anushka. :D Waktu itu lagi mengisi waktu luang sempet-sempetin ke rental dvd. Dan karena belum nemu film yang greget, akhirnya iseng-iseng nonton film ini.

Pertama kali nonton berdua bareng teman yang lagi nginep di rumah. Dan ternyata sangat tidak disangka, film ini jauh di luar dugaan saya. Film ini sukses buat saya jadi jatuh cinta kembali sama Shah Rukh Khan. Meskipun di film ini penampilan King Khan cupu banget!

Ada satu lagu yang buat saya jatuh cinta sama liriknya, oh ya sama sekali di film ini gak ada adegan vulgar. Film ini benar-benar menceritakan kisah cinta yang murni sebening air. Salah satu lagu yang sempat menghipnotis saya adalah Tujh Mein Rab Dikhta Hai, yang artinya : Aku Melihat Tuhan Dalam Dirimu. 

Okay, check it out. :)

Tujh Mein Rab Diktha Hai


Tu hi toh jannat meri, Tu hi mera junoon
(Kau lah surgaku, kau juga hasratku)

Tu hi to mannat meri, tu hi rooh ka sukoon
(Kau lah obsesiku, dan kau lah ketentraman jiwaku)

Tu hi aakhion ki thandak, tu hi dil ki hai dastak
(Kau lah kesejukkan mataku, dan kau lah debaran jantungku)

Aur Kuch naa janu, bas itna hi jaanu
(Aku tidak tahu yang lain lagi, selain ini)

Reff : 
Tujh mein Rab dikhta hai yaara mein kya karu
(Aku melihat Tuhan dalam dirimu, apa yang harus kuperbuat)

Sajhde sar jukhta hai, yaara mein kya karu
(Kepalaku terus tertunduk memujamu, apa yang harus kuperbuat)

Kaisi hai yeh doori, kaisi majboori
(Jarak apakah ini, ketidakberdayaan apakah ini)

Meine nazro se tujhe choo liya
(Aku menyentuhmu dengan pandanganku)

Kabhi teri khusboo, kabhi teri batein
(Harumnya dirimu dan kata-katamu)

Bin mange yeh jahan pa liya 
(Tanpa ku pinta, aku dapat merengkuh dunia ini)

Tu hi dil ki hai raunak, tu hi janmo ji daulat
(Kau lah cahaya hatiku, kau lah harta hidupku)

Aur kuch naa janu, bas itna hi jaanu
(Dan aku tak tahu yang lain lagi, selain ini)

back to reff

Cham cham aaye, mujhe tarsaye
(Bila kau datang, aku pun tergoda)

tera saaya ched ke chumta
(Bayanganmu menciumku)

Tu jo muskaye, tu jo sharmaye
(Saat kau tersenyum dan malu)

(jaisa mera hai khuda jhumta)
(Seperti melihat Tuhanku sedang menari)

Tu hi meri barkat, tu hi meri ibadaat
(Kau lah berkahku, dan kau lah ibadahku)

Aur kuch na janu, bas itna hi janu
(aku tidak tahu yang lainnya lagi, selain ini)

back to reff 

Saya sangat menyukai liriknya. Sangat bermakna dan membuat saya jatuh cinta. Menggambarkan ketidakberdayaan seorang pria yang mencintai gadis pujaannya dari kejauhan. Dan Shah Rukh Khan sekali lagi sukses membius saya dalam pesonanya. :)